AGAMA adalah WAY OF
LIFE
Manusia, makhluk yang unik.
Dibanding makhluk lainnya, manusia termasuk yang paling istimewa. Diciptakan
dalam sebaik-baik bentuk secara fisik. Dan dibekali pula dengan akal atau hati
nurani. Maka jadilah manusia memiliki kemampuan untuk bisa bertahan hidup
menghadapi berbagai macam tantangan permasalahan kehidupan dunia, sekaligus
memiliki pula kemauan dan kehendak bebas untuk memberikan makna dan warna di
dalam menjalani hidupnya. Mampu menguasai dan mengelola alam di sekitarnya
dalam batas-batas tertentu, menjelajahi bumi dari ujung ke ujung lainnya, dan
meninggalkan jejak dan menorehkan warna-warni dalam sejarah peradaban di dunia.
Entah baik atau buruk.
Nah, selain menjadikan dunia
dengan seluruh perlengkapannya sebagai lahan dan medan hidup bagi manusia
beserta makhluk melata lainnya, rupanya Sang Pencipta Alam semesta ini juga memberikan
Aturan Main-Nya, berisikan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan petunjuk
bagaimana cara terbaik dan termudah manusia memanfaatkan segala sumber dayanya
dan sumber daya alamnya untuk menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya;
demi mencapai tujuan diciptakannya mereka yang sangat sementara di dunia ini.
Inilah yang biasa kita sebut
dengan Agama, atau ad-Diin. Ya, agama adalah pandangan hidup, atau jalan hidup.
Istilah kerennya; Way of Life.
Yaitu bagaimana cara kita menjalani
hidup, mengetahui mana yang baik bermanfaat dan mana yang buruk membahayakan,
ada rangkaian aturan perintah dan larangan, yang wajib dilakukan, yang boleh untuk dilakukan, yang sebaiknya
dilakukan atau ditinggalkan. Intinya; adalah panduan lengkap bagaimana caranya
manusia menjalani kehidupan dan mendapatkan kebahagian yang sejati.
Secara naluriah setiap manusia
punya Way of Life-nya sendiri-sendiri. Suka tidak suka, mau tidak mau, semua manusia
butuh way of life. Apakah dia seorang Hindu, Budha, Yahudi, Katolik atau
Kristen, dan Islam. Atau pemeluk agama kecil lainnya yang banyak tersebar di
dunia, seperti; Sikhisme, Shinto, Taoisme, Khong Hucu, Juche, Baha’i, dan
lainnya.
Bahkan aliran yang anti agama dan
anti Tuhan sekalipun (Humanisme; Komunisme, Sekulerisme, Agnostik atau Ateis)
sebenarnya juga merupakan suatu Way of Life tersendiri bagi penganut-penganutnya.
Jadi masalahnya sekarang adalah;
apakah pilihan way of life kita selama ini sudah terbukti benar membuat hidup
kita bahagia, merdeka serta bermakna, atau justru sebaliknya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar